8 Jenis Ikan Patin yang Ada di Perairan Indonesia

Ikan patin merupakan salah satu ikan air tawar yang berkembang liar di sungai-sungai. Ikan ini biasanya ditemukan di daerah tropis seperti Asia khususnya Indonesia. Di Indonesia, ikan patin banyak ditemukan di daerah Sumatera, Kalimantan, dan sebagian di Jawa. Jenis ikan patin sangat beranekaragam dimana keanekaragaman ini dilihat dari sisi bentuk dan besarnya ikan patin.

Pemilik nama latin Pangasius sp, ikan ini memiliki tubuh panjang yang berwarna putih silver dan punggungnya berwarna biru kehitaman. Bagian kepala lebih kecil dibandingkan dengan tubuhnya yang terlihat mengkilap. Mulutnya berbentuk kerucut dengan ada kumis halus yang menjadikannya disebut sebagai catfish. Ikan patin merupakan ikan omnivora dimana bisa memakan apa saja seperti ikan-ikan kecil, serangga, dedaunan, dan lainnya. Aktifitas mencari makannya dilakukan di malam hari sehingga disebut nokturnal serta hidupnya bergerombol. Biasanya ikan ini banyak bersembunyi di lubang-lubang. Lebih banyak menetap di dasar perairan dimana hal ini dibuktikan dari bentuk mulutnya yang lebar.

Ikan patin ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Di Indonesia sendiri telah banyak dibudidayakan ikan patin untuk keperluan konsumsi. Ikan ini bisa dikonsumsi dan cukup digemari oleh berbagai kalangan masyarakat karena ikan ini memiliki rasa yang khas, lezat, dan gurih. Kandungan gizi dalam ikan ini terdapat protein yang tinggi sehingga bisa sebagai sumber protein bagi tubuh.

Berbagai jenis ikan patin dibudidayakan. Ada beberapa spesies ikan patin yang sudah banyak berkembang di berbagai daerah. Jenis ikan tersebut antara lain:

 

8 Jenis Ikan Patin yang Ada di Perairan Indonesia

 jenis ikan patin

jenis ikan patin

 

  1. Pangasius nieuwenhuisii

Jenis ikan patin ini sering disebut dengan ikan patin lawang yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Panjang tubuhnya bisa mencapai 60 cm. Moncongnya terlihat meruncing dengan gigi yang kecil menyatu pada bidang lebar.

  1. Pangasius macronema

Ikan patin jenis ini memiliki nama lain yaitu ikan rioscaring, riu, lancang, dan jaura. Sungutnya lebih panjang dibanding dengan panjang kepala. Panjang tubuhnya hanya mencapai 20 cm, tergolong ikan patin yang kecil. Gigi veromine yang terpisah-pisah dan pada insang pertama terdapat 37-45 sisir saring tipis. Jenis ikan patin ini banyak ditemukan di Kalimatan Barat.

  1. Pangasius micronemus

Ikan patin Pangasius micronemus lebih sering dikenal dengan ikan patin wakal atau rius caring. Ikan ini banyak ditemukan di daerah Jawa dan Kalimantan. Panjang tubuhnya bisa mencapai 60 cm. Moncongnya berbentuk persegi dan tonjolan lengan  pangkal sirip dada terlihat sangat pendek.

  1. Pangasius nasutus

Ikan ini lebih dikenal dengan nama ikan patin pedado. Banyak ditemukan di daerah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Malaysia. Panjang tubuhnya bisa mencapai 90 cm, dengan moncong meruncing tajam dan sangat mencolok. Terdapat kumpulan gigi veronime yang merupakan kumpulan gigi yang letaknya di atas atau langit-langit rongga mulut di belakang gigi utama, bentuknya menyerupai duri halus, yang berfungsi untuk menahan/mencengkeram makanan.

  1. Pangasius polyuranodon

Jenis ikan patin ini memiliki nama lain yaitu Juaro yang berasal dari daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Thailand. Panjang tubuhnya bisa mencapai sekitar 50-80 cm. Tubuhnya agak tinggi dan berwarna putih dengan punggung kehitaman. Terdapat sungut peraba dari rahang atas yang menjulur panjang dari ujung mulut hingga sirip dada. Sedangkan sungut yang terdapat di rahang bawah terlihat pendek.

  1. Helicophagus waandersii

Sering disebut sebagai patin muncung. Panjang tubuhnya bisa mencapai 50 cm dan  mulutnya meruncing. Ikan ini penyebarannya sampai di Kalimantan Timur.

  1. Pangasius lithostoma

Ikan patin jenis ini banyak tersebar di Kalimantan dan memiliki panjang tubuh hanya mencapai 20 cm seperti ikan Pangasius macronema.

  1. Pangasius jambal

Pangasius jambal merupakan salah satu ikan patin terbesar di antara ikan patin yang lain. Hal ini dikarenakan panjang tubuhnya yang mencapai lebih dari 120 cm. Patin jambal ini banyak tersebar di daerah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Baca Juga:

 

 

Itulah beberapa jenis ikan patin yang cukup mewarnai perairan di Indonesia. Budidaya ikan patin dari ikan jenis air tawar ini terus banyak dilakukan karena ikan ini cukup digemari masyarakat. Ikan ini cukup menjadi kuliner andalan yang dicari banyak orang. Tidak heran kini banyak restoran yang menyajikan ikan patin sebagai menu andalannya. Ikan ini bisa disajikan dengan cara digoreng, dipepes, dibakar atau dalam bentuk lain. Seperti di Sumatera, telah menjadikan ikan patin sebagai menu favorit yang disajikan dengan nama patin asam manis.

Nah, ikan patin ini cukup banyak memiliki manfaat dan bisa dijadikan sebagai peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Anda bisa mencoba membudidayakan jenis ikan patin seperti membudidayakan ikan air tawar lainnya untuk keperluan konsumsi atau dijadikan bisnis kuliner ikan patin

Leave a Reply