Cara Membudidayakan Ikan Molly Balon Dengan Mudah

Bagi Anda penggemar ikan hias tentunya sudah tidak asing lagi dengan ikan molly. Jenis ikan ini merupakan salah satu jenis ikan hias yang paling digemari. Selain bentuknya yang unik, ikan ini sendiri memiliki berbagai macam jenis yang dibedakan berdasarkan corak pada bagian tubuhnya. Selain bentuk dan corak tubuhnya yang unik, jenis ikan ini juga paling banyak digemari karena daya tahan tubuhnya lebih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Faktanya, ikan jenis ini seharusnya memiliki habitat perairan dengan suhu sekitar 25 hingga 28 derajat celcius. Namun, karena jenis ikan ini sudah terbiasa untuk dipelihara maka masih dapat menyesuaikan diri di habitat dengan air yang memiliki pH 7.

Tertarik untuk membudidayakan ikan molly? Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membudidayakan jenis ikan ini dengan baik dan benar. Sebelum mengetahui langkah-langkah membudidayakannya, ada baiknya untuk mengetahui jenis corak dan jenis ikan ini. Yang paling banyak diminati adalah ikan jenis ini dengan bentuk seperti balon yang biasanya memiliki corak yang lebih mencolok. Untuk indukan yang berkualitas, Anda bisa memilih indukan yang memiliki badan besar-besar sehingga akan menghasilkan anakan yang berkualitas pula. Jika sudah menemukan indukan yang cocok, maka Anda harus segera memisahkan wadah antara indukan dengan ikan lainnya.

Cara Membudidayakan Ikan Molly Balon Dengan Mudah

Ikan Molly

Ikan Molly

 

Untuk langkah pertama, Anda bisa memperhatikan tempat pemeliharaan. Siapkan akuarium dengan ukuran memanjang dengan diisi oleh jenis air yang lebih alami tanpa adanya campuran bahan kimia apapun. Anda bisa memilih jenis air yang memiliki suhu mulai dari 24 derajat hingga 30 derajat celcius. Untuk oksigen terlarut yang dibutuhkan adalah 3ppm dengan kadar pH sekitar 6 hingga 7. Yang harus Anda perhatikan adalah keadaan pengairan dan pemakaian sekat dalam akuarium. Agar tidak mudah stress atau mati, sekat ini sangat penting saat memelihara jenis ikan ini. Untuk jenis wadah, Anda bisa menggunakan jenis wadah apapun untuk membudidayakan ikan molly. Sebagai ikan hias, biasanya ikan ini akan dipelihara di dalam akuarium. Namun, tak sedikit pula yang mengembangbiakkan jenis ikan ini di dalam bak semen bahkan ember. Hal ini sangat beralasan mengingat jenis ikan ini sangat tidak mudah terkena penyakit dan lebih mudah beradaptasi dibandingkan dengan jenis ikan hias lainnya.

Lalu, Anda juga bisa menyiapkan sebuah wadah sebagai bagian perjodohan untuk ikan molly. Anda bisa mengambil indukan jenis ikan ini yang pastinya sudah dalam keadaan umur matang. Anda bisa melihatnya dari warna merona yang terlihat pada bagian kelaminnya. Sebagai wadah perkembangbiakannya, Anda bisa menempatkan ika-ikan tersebut selama 1 hingga 4 hari tergantung pada jenis ikan yang akan dikembangbiakan. Selama pengembangbiakan ini, Anda harus selalu mengontrolnya karena sesudah bertelur maka Anda harus segera memisahkannya dengan indukan. Hal ini bertujuan agar telur-telur yang sudah dikeluarkan tidak menjadi mangsa dari induknya sendiri.

Selain tempat untuk pengembangbiakan, Anda juga bisa menyediakan wadah untuk pembesaran dari telur-telur ikan molly. Anda bisa menempatkan telur-telur ini terpisah dari induknya. Biasanya telur yang sudah menetas akan tetap berupa larva dalam beberapa waktu. Dalam jangka waktu ini, Anda masih belum memberikan pakan karena larva ini masih memiliki supply makanan sendiri dari kuning telurnya. Setelah larva ini sedikit membesar, maka Anda bisa memberikannya pakan dengan protein tinggi. Anda bisa memberikan pakan berupa cacing sutera atau kutu air selama masa pertumbuhannya. Setelah tumbuh, maka larva ini akan berbentuk seperti ikan-ikan kecil pada umumnya. Di periode inilah Anda bisa mengganti jenis pakannya. Sama halnya dengan jenis ikan kecil lainnya, pakan yang diberikan berupa makanan ikan yang memiliki struktur yang lebih lembut sehingga lebih mudah dicerna.

Langkah lainnya dalam membudidayakan ikan molly adalah dengan memperhatikan kebersihan akuarium sebagai habitatnya. Yang harus Anda perhatikan adalah akuarium pembesaran. Pada fase ini, biasanya jenis ikan ini memproduksi lebih banyak kotoran dibandingkan dengan fase-fase sebelumnya. Oleh sebab itu, keadaan air akan lebih mudah kotor dan keruh pada fase pembesaran ini. Untuk menjaga kebersihannya, ada baiknya untuk selalu mengganti air setiap dua hari sekali. Sedangkan untuk akuarium jenis ikan dewasa, Anda bisa menggantinya setiap satu minggu sekali.

Sangat mudah bukan untuk membudidayakan jenis ikan ini? Selain budidaya yang sangat mudah, jenis ikan ini juga sangat kebal sehingga tidak ada kekhawatiran untuk lebih mudah mati dibandingkan dengan jenis-jenis ikan hias lainnya. Sebagai ikan hias, Anda bisa memilih berbagai jenis ikan molly yang biasanya dibedakan dengan corak-corak tubuh yang sangat unik. Dalam waktu pembudidayaan, Anda membutuhkan sekitar 3 hingga 4 bulan untuk bisa menjual kembali peranakan jenis ikan ini.

Leave a Reply