Mengenal Ikan Baung Jenis Ikan Air Tawar

Ikan baung merupakan salah satu jenis ikan air tawar dan air payau yang ada di Indonesia. Baung sangat mudah ditemukan di perairan di daerah Kalimantan, Sumatera, Jawa, hingga beberapa daerah di wilayah Indonesia timur. Karena cenderung mirip dengan ikan patin, banyak orang yang salah paham dan kesulitan cara membedakan kedua ikan tersebut. Jika dilihat sekilas saja memang bentuknya sama, namun jika diamati lebih teliti lagi, baung dan patin sebenarnya memiliki beberapa perbedaan, yaitu ikan patin memiliki tubuh yang lebih panjang, sedangkan baung lebih pendek, sirip-sirip ikan patin lebih berbentuk runcing, sedangkan sirip-sirip baung lebih tumpul. Selain itu bagian kepala ikan patin lebih kecil, sedangkan bagian kepala baung lebih besar dan lebih pipih.

Baung juga hampir mirip dengan ikan lele, karena baung masih tergolong satu spesies dengan ikan lele. Bobot baung dewasa biasanya mulai dari 2 hingga 5 kg. Akan tetapi baung yang hidup di alam biasanya bisa berbobot hingga lebih dari 5 kg. Baik di alam liar maupun di kolam pembudidayaan, biasanya ikan baung mempertahankan dirinya dengan cara mematil menggunakan pangkal sungut dan kepalanya. Patilan baung tersebut cukup beracun dan lebih beracun daripada patilan ikan lele. Jika patilan tersebut mengenai manusia, patil beracun tersebut bisa mengakibatkan demam. Oleh sebab itu, biasanya para pemancing atau pembudidaya baung menggunakan pengaman atau sarung tangan supaya tidak terkena patil yang beracun tersebut.

Mengenal Ikan Baung Jenis Ikan Air Tawar

Ikan Baung

Ikan Baung

 

Baung termasuk ke dalam hewan nokturnal atau hewan yang aktif di malam hari, sehingga baung baru mencari makan pada malam hari. Sedangkan ketika siang hari, biasanya ikan baung akan berdiam diri di sarang atau di lubang-lubang berlumpur di pinggiran sungai. Ikan yang bernama latin Mystus Nemurus ini termasuk jenis hewan omnivora atau pemakan segala. Oleh sebab itu, jika hidup di alam liar, biasanya ikan tersebut memakan ikan kecil-kecil, serangga, cacing di lumpur-lumpur tepi sungai, hingga lumut. Meskipun baung dapat ditemukan di rawa, danau, dan waduk, namun baung sebenarnya lebih suka hidup di perairan yang memiliki arus cukup deras seperti sungai, sehingga ikan tersebut lebih banyak hidup di sungai.

Pada dasarnya baung sangat diminati masyarakat untuk diolah menjadi beraneka ragam olahan sebagai pendamping nasi, misalnya baung asam pedas, baung balado, pepes baung, hingga baung goreng. Selain itu, ikan baung sangat digemari karena tekstur dagingnya sangat lembut dan gurih, serta tidak memiliki duri halus dan durinya tidak sebanyak ikan lainnya seperti ikan kakap, ikan gurameh dan ikan bandeng, sehingga sangat mudah dimakan. Gizi dan protein yang terkandung dalam baung juga cukup tinggi, sehingga sangat baik dikonsumsi anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Baca Juga:

 

Untuk mendapatkan ikan baung caranya sangat mudah, karena sudah banyak dibudidayakan masyarakat dan dijual di pasar. Cara menangkap baung yang biasa dilakukan nelayan adalah dengan cara menjaring supaya mendapatkan lebih banyak ikan. Namun bagi Anda yang hobi memancing, tidak ada salahnya menguji skill memancing Anda dengan memancing ikan air tawar yang satu ini. Karena memancing baung cukup mudah sama seperti memancing ikan lele maupun ikan patin. Waktu yang paling tepat untuk memancing  baung adalah malam hari, karena ikan ini merupakan jenis ikan nokturnal. Meskipun termasuk hewan nokturnal, memancing baung juga bisa dilakukan pada siang hari asalkan menggunakan umpan yang tepat.

Jenis umpan yang paling tepat digunakan untuk memancing baung yaitu cacing. Menggunakan cacing sebagai umpan memancing sudah merupakan hal yang umum, begitu pula untuk memancing  baung. Karena pada dasarnya, ikan-ikan jenis predator sangat menyukai umpan cacing tersebut, terutama ikan baung. Untuk mendapatkan umpan cacing caranya sangat mudah, misalnya dengan mencari sendiri di tanah lempung atau di tanah yang teskturnya sedikit basah. Sebaiknya umpan cacing tersebut digunakan untuk memancing ketika cuaca sedang hujan, karena lebih menarik perhatian  baung.

Selain menggunakan cacing, memancing baung juga bisa menggunakan umpan berupa usus ayam yang dipotong kecil-kecil. Bau amis dari usus ayam tersebut mampu menarik perhatian  baung untuk mendekat meskipun memancing dilakukan pada siang hari. Agar bau amis usus lebih pekat dan menarik perhatian baung, Anda dapat merendam usus ayam tersebut ke dalam kuning telur mentah atau lemak sapi selama beberapa saat. Di samping itu, pelet udang juga bisa dijadikan sebagai umpan untuk memancing baung. Namun pelet udang yang digunakan harus berkualitas dan masih hangat. Agar lebih menarik perhatian baung, Anda bisa mencampurkan pelet udang dengan campuran terasi dan kuning telur supaya aroma amisnya lebih kuat. Dengan begitu ikan baung yang didapatkan akan lebih banyak dan tentunya berukuran lebih besar….

Leave a Reply