Asal Usul Ikan Arapaima Jenis Ikan Raksasa Yang Hampir Punah

Memiliki peliharaan adalah salah satu cara yang digunakan untuk menghilangkan stres, salah satu peliharaan yang dapat anda pilih adalah ikan hias. Jika Anda adalah salah satu orang yang termasuk ke dalam kelompok pecinta ikan hias, tentu Anda sudah tidak asing dengan jenis ikan hias arapaima. Arapaima gigas atau yang biasa disebut dengan ikan arapaima adalah salah satu jenis ikan air tawar terbesar di dunia. Jenis ikan yang satu ini menjadi salah satu jenis ikan purba yang masih hidup. Sekilas, jenis ikan yang satu ini memiliki bentuk tubuh yang hampir sama dengan ikan arwana jika dilihat dari arah samping. Hal ini dikarenakan jenis ikan yang satu ini masih tergolong dalam satu keluarga dengan ikan arwana. Ikan jenis yang satu ini masuk ke dalam keluarga Osteoglossidae. Yang membedakan adalah ikan yang satu ini memiliki bentuk tubuh yang lebih bulat dibandingkan dengan ikan arwana. Ikan yang satu ini memiliki bentuk tubuh yang bulat, sedangkan arwana memiliki bentuk tubuh yang pipih.

Ikan yang satu ini memiliki bentuk kepala yang lancip. Ketika ikan yang satu ini tumbuh dewasa, panjangnya dapat mencapai 4,5 m dengan berat yang dapat mencapai 200 Kg. Karena memiliki bentuk yang unik serta ukurannya yang besar, banyak pecinta ikan hias yang berniat untuk menjadikan ikan yang satu ini sebagai koleksi mereka. Ikan hias yang satu ini merupakan salah satu ikan yang berasal dari sungai Amazon serta beberapa danau dan rawa yang berada di sekitar Amerika Selatan.

Asal Usul Ikan Arapaima Jenis Ikan Raksasa Yang Hampir Punah

Ikan Arapaima purba

Ikan Arapaima purba

Baca Juga: 6 Fakta dan Mitos Unik Seputar Ikan Piranha

Ikan yang satu ini merupakan ikan yang bernafas dengan menghirup udara atmosfer. Hal inilah yang membuat ikan yang satu ini kerap muncul ke permukaan air untuk bernafas. Pada umumnya, ikan arapaima akan muncul ke atas permukaan air dalam waktu sekitar 5 sampai dengan 20 menit. Ikan jenis ini merupakan salah satu ikan karnivora. Ikan predator yang satu ini akan memakan ikan kecil serta hewan daratan yang dapat dia jangkau. Ikan yang satu ini akan bertelur di saat ketinggian air mulai naik. ikan yang satu ini akan membuat sarangnya di daerah berlumpur dan kemudian membuat lubang dengan lebar sekitar 50 cm dan kedalaman sekitar 15 cm. Ketika permukaan air naik, maka telur yang terdapat pada sarang tersebut akan menetas dan kemudian bayi arapaima akan tumbuh dan berkembang. Biasanya reproduksi ikan jenis ini terjadi di bulan Mei sampai dengan Agustus.

Ikan arapaima jantan akan berusaha melindungi bayi mereka dengan cara memasukannya ke dalam mulut. Ketika ikan tersebut telah cukup umur, maka sang jantan akan melepaskan ikan keci tersebut dan membiarkannya tumbuh dan berkembang dengan mandiri. Berbeda dengan sang jantan, ikan betina dari jenis yang satu ini akan melindungi bayi mereka dengan cara menghalangi berbagai macam predator yang berniat untuk memangsa anak mereka. Ikan purba yang satu ini mampu mencapai hidup hingga 20 tahun.

Lalu, bagaimana cara merawat ikan yang satu ini? Hal pertama yang harus Anda perhatikan ketika memilih ikan yang satu ini sebagai ikan peliharaan Anda adalah bibit yang dari ikan tersebut. Karena ikan arapaima termasuk ke dalam salah satu jenis ikan yang langka dan hampir punah, maka Anda harus membelinya dari tempat yang menunjukkan legalitas dari ikan tersebut.

Hal yang kedua yang harus Anda perhatikan adalah akuarium sebagai tempat tinggal ikan tersebut. Karena ikan yang satu ini merupakan salah satu jenis ikan yang mampu memiliki ukuran yang sangat besar, maka sebaiknya Anda menyediakan akuarium dengan ukuran yang besar sehingga akan memudahkan pergerakan dari ikan tersebut. Sebaiknya Anda tidak memberikan ornamen yang terlalu berlebihan pada akuarium anda. Hal ini akan membuat ikan Anda tidak dapat bergerak dengan bebas. Anda dapat menyertakan gambar pemandangan bawah laut pada bagian belakang akuarium.

Hal selanjutnya yang harus Anda perhatikan dari ikan yang satu ini adalah makanan yang diberikan. Ikan arapaima merupakan salah satu ikan predator yang akan memakan berbagai macam daging. Jika Anda memelihara ikan yang satu ini, maka Anda dapat memberikan makanan berupa jangkrik, udang kupas, ikan kecil, dan lain sebagainya.

Anda juga dapat memberikan olahan makanan daging lainnya berupa pelet dan lain sebagainya. Pastikan Anda menghindarkan makanan berupa kecoa atau cicak terhadap ikan anda. Hal ini dikarenakan kedua jenis hewan tersebut dikhawatirkan akan membuat ikan tersebut mengalami berbagai macam penyakit. Karena ikan yang satu ini merupakan salah satu jenis ikan yang langka, maka apabila Anda tidak memiliki kesungguhan untuk memelihara ikan maka sebaiknya Anda jangan memilih jenis ikan yang satu ini sebagai ikan peliharaan anda…

Leave a Reply